Laman

Senin, 24 Desember 2012

Gamang

Lagi lagi semua terulang, seperti sinetron usang yang terus diputar walaupun sebenarnya pemain dan penonton telah muak.  

Jujur aku bosan selalu berharap dimaklumi dan dimengerti. Terkadang aku berpikir, kapan aku bisa terbebas dari masalah percintaan yang complicated seperti ini. Kapan aku bisa membangun masa depanku jika aku selalu saja berputar-putar seperti seekor anjing yang terus menerus mengejar ekornya. Kelelahan sendiri, tanpa tahu kapan bisa mengakhirinya. Selalu terulang kejadian yang sama dari waktu ke waktu yang kupunya selama ini. Memerankan orang yang tersakiti atau disakiti. Semua pernah ku lakoni. Semua pernah ku alami. Sepertinya ini adalah bukti bahwa aku memang tidak belajar dari kesalahan yang diperbuat orang lain terhadap ku atau kesalahan yang aku perbuat.

Lalu apa yang harus kuperbuat sekarang ?

Aku akui sekarang aku berada dalam ruangan yang penuh kegamangan, yang lantai dan dindingnya lapuk dimakan usia sehingga tidak bisa disamakan dahsyat dan kuatnya hasrat yang kamu miliki dengan yang kumiliki sekarang. Kita jauh berbeda. Aku kembali menyudutkan waktu yang membedakan kita, membedakan cara berpikir dan melihat sesuatu, sudut pandang kita berbeda. Apa karena itu kita tidak bisa bersama-sama duduk disatu meja, memperbincangkan hati kita, perasaan kita. Atau kita bersama merebahkan diri diatas rumput hijau yang basah sambil memandangi langit penuh bintang, bercerita satu sama lain. Kita sama-sama perempuan, pantaskah kita saling menyakiti? 

"aku tahu, perbuatan ku telah menyakiti, kenapa aku tidak sadar"



Gamang
hilang terang
jalan pasti terjelang
meski sunyi kidung terdendang
caci tertatih kelu terbilang
ingin rasa terbuang
hingga tangis jadi erang

Dua jalan

Sebenarnya hujan sedang resah. Menentukan jalan mana yang harus ia tuju. Persimpangan ini mmbuatnya bingung. Ia cukup lelah mengajak hati dan pikirannya berdialog, tidak saling bertengkar, tidak saling menyalahkan. Ia hanya ingin akur dengan mereka agar kerjasama dalam mengambil langkah yang tepat bisa terjadi. Jika ia hanya membiarkan semua ini berlarut-larut, tentu akan sangat menggelikan. Betapa tidak, ia seharusnya cukup dewasa dalam mengambil sebuah keputusan bukan terombang-ambing dan larut sejadi-jadinya dengan perasaannya saat ini.

Di mata hujan dua jalan ini memiliki keindahan masing-masing. Pesona keduanya mampu mengalahkan segala yang ada pada diri hujan. Mungkin saat ini ia memutuskan untuk berada di persimpangan itu hanya karna satu alasan yaitu untuk dapat menikmati keindahan keduanya di sisi saat ini ia berada. Namun, tidak untuk waktu yang lama tentunya. Karena ia harus segera bergegas melangkah. Persimpangan ini tidak selamanya sepi. 

Jauh dalam lubuk hatinya, ada keinginan yang kuat untuk menelusuri dua jalan itu. ya, dua jalan itu.

Jumat, 10 Agustus 2012

Salah

Debar jantungku melampaui bunyi dan sunyi, ketika hujan berhenti dan sisakan dencing tetes akhir.
Semesta senyap, semua diam. Hanya debar jantungku dan darah laksana berhenti mengalir.


"aku menunggu semua terucap dari mu. Aku menunggu kejujuran mu. Selama ini aku diam"
"kejujuran apa?"
"tentang hubungan mu dengan vi? aku tahu tidak hanya sebatas rekan kerja"
"lalu apa? aku dan dia teman, dia cuma karyawan disini, itu saja"
"aku baca semua percakapanmu dengan temanmu prihal vi, bi aku masih menunggu"
"oh" 


Mendadak semua menjadi gelap, berkelit pun tak bisa. Walaupun, ada celah. Aku tidak ingin berbohong. Dari awal aku salah, merahasiakannya. Tidak jujur dan bahkan bersikap seolah-olah semuanya baik-baik saja. 


"seperti yang kamu baca, itulah yang terjadi"

Tapi airmata bukanlah hujan. Membasahi kaca jendela.
Meninggalkan genangan dan kenangan, tanpa ingin menyekanya.

Aku menangis, kata maaf pun tidak pantas aku ucapkan, untuk apa. Toh, aku telah begitu pandai menorehkan luka di hati nya. Aku tidak pantas. 

"aku minta maaf. semua terjadi begitu saja. Entah darimana asalnya, aku pun tergoda. Kami hanya berciuman sekali dua, setelah itu aku menyesal. Setelah kejadian itu, aku ingin sekali menceritakannya jujur kepadamu, tapi selalu saja hanya terucap dalam hati. Aku minta maaf sayang, malam ini aku pasrah dengan semua keputusan mu, kamu marah itu wajar atau ingin mengakhiri hubungan kita. Aku merasa tidak pantas"

Di ujung sana, ku dengar helaan nafas mu yang begitu berat. Kamu menangis. Tangisku pun semakin jadi.

Selasa, 29 Mei 2012

Cepat pulang

Kamu semakin jauh dariku, jarak tentu saja, waktu pun begitu. Aku maklum, kamu ke Lombok aku sibuk, apalah daya. Tetap. Aku masih menunggu. Aku tidak ingin ada ruang untuk yang lain. Kamu tahu, aku bersusah payah disini. Meyakini hubungan kita akan terus membara. Aku berjuang. Kamu, aku yakin begitu pula. Cepat pulang sayang. Aku merindukanmu. Seperti dulu, itu ingin ku. Ku mohon, lekaslah pulang, kumohon....

Minggu, 25 Maret 2012

kecewa mu


"dia hanya sosok dulu yang telah jadi sejarah dalam hidupku, tak pernah ada lagi kini. Kamu harus percaya dan yakin kepadaku, dan jika tidak, kita hanya akan kehilangan orang yang kita sayang. Kamu aku. kita akan jadi sosok yang lampau. Kamu aku hanya akan jadi mantan kekasih" 

Tidak pernah sedikitpun aku menyangka kamu akan senekat itu. Membuka-buka hal yang aku anggap sangat privasi. Aku tidak menyalahkanmu, karena memang aku berusaha untuk tidak berahasia dengan mu, walaupun aku lupa ada beberapa percakapan dengan mantanku yang tidak pernah aku ceritakan kepada mu semenjak kita menjalin hubungan. Aku memang salah. Tapi setidaknya aku sekarang telah berubah. Seharusnya kamu tahu itu, dan tidak berusaha tahu tentang akun pribadiku. Walaupun begitu, aku sudah mengganggap mu orang yang paling penting dan sudah menjadi bagian hidupku yang selayaknya keterbukaan menjadi poin penting diantara kita. Aku juga mengganggapmu wanita dewasa yang tahu persis resiko dari segala perbuatan atau keputusan yang kita ambil. Termasuk membaca-baca obrolanku di YM. Aku shock ketika kamu tidak lagi bisa menahan rasa sakit atas dugaan-dugaan atau imajinasi mu tentang aku dan dia. Jujur aku merasa hal itu bukanlah suatu masalah besar, ternyata aku salah. Aku baru menyadarinya jika itu cukup membuatmu terkejut, tidak menyangka sama sekali, shock dan sangat kecewa. 
Hampir semalaman aku berpikir tentang itu. Tentang kesedihan dan kekecewaanmu. Aku tidak bisa berbuat apa-apa, kecuali meminta maaf dan mencoba membela diri, memperjuangkan hubungan kita. Walaupun selama 1 hari penuh aku tidak mengubungi mu, bukan berarti aku tidak berjuang. Aku berjuang memaafkan diriku, dan kemudian memohon maaf kepadamu.
Setidaknya, kamu tahu sekarang aku bagaimana. Kamu kenal aku dengan baik. Dan aku serahkan semua kepadamu. 

Andai kau tak pernah marah
mungkin aku tak pernah menjadi kesatria
berjuang memadamkan api pemberontakan didadamu

Bila masih marah, sayangku, marahlah sebentar saja
sungguh satu menit sudah terlalu lama
sedetik saja kamu marah gejolaknya menggempa dunia... (huda m elmatsani)

Jumat, 02 Desember 2011

Rindumu

Selamat tidur sayang, aku akan selalu mengamini setiap doa-doa mu,membiarkan mu terlelap dengan tenang, dan berharap didalam mimpimu hadirku mengobati kerinduan kita.

Akhirnya aku sendiri tidak tahu harus bagaimana, terkadang perasaan yang seharusnya tidak muncul, malah selalu membayangiku. Entah karna sesuatu yang sekarang dan dulu yang masih saling berhubungan, atau karna hal lain. Namun, ini sangat menggangguku. Sekarang giliran, kamu yang begitu tulus kepadaku. Bukan aku sekarang berbeda. Aku tetap aku, yang pada dasarnya lebih suka memberi daripada menerima, memanjakan daripada dimanjakan, dan selalu ingin menjadi orang yang bisa diandalkan dalam setiap waktu dan kesempatan. Tapi, kali ini aku kalah tulus dengan mu, kalah baik, dan kalah besar menyayangimu. Walaupun begitu, kamu tahu, dan pastinya kamu merasakan kasih sayangku yang selalu ingin aku curahkan kepadamu. Mungkin, ya mungkin saja, karena sekarang aku mulai tidak begitu menggebu-gebu. Atau karna trauma dalam bercinta membuatku terkadang cuek? 

Terlepas dari semua prasangka ku terhadap diriku sendiri diatas, memang akhir-akhir ini aku mulai disibukkan dengan usaha yang akan aku rintis, insyaallah bulan desember atau januari. Sedikit banyaknya menyita perhatian dan pikiranku. Tentu saja, kita tidak mungkin berada pada titik ini terus menerus dimana titik ini bukanlah akhir dari perjalanan hidup.  Di umurku yang 28 tahun ini, sebenarnya masih banyak cita yang ingin aku gapai, begitupun kamu yang masih sangat muda, masih begitu panjang perjalananmu. Masa depan , bukannya ditangan kita masing2? 

Sayangku, malam ini aku merasa diammu diamku merupakan refleksi dari kekecewaan, bukan masalah besar sebenarnya, tapi hal kecil yang selalu dibiarkan tentunya suatu hari akan menjadi bom waktu yang siap meledak. Aku tidak ingin hal itu terjadi. Aku memang selalu menyebalkan dan terkadang cuek, tapi itu bukan berarti aku tidak merindukanmu. Setiap saat aku mengingatmu. Haruskah aku mengatakannya kepada dunia tentang hal itu? Terkadang aku tertutup dan malu untuk sedikit terbuka di depan yang lain, terkadang aku masa bodoh. Aku harap kamu memakluminya sayang. 

Selamat tidur sayang, aku akan selalu mengamini setiap doa-doa mu, membiarkan mu terlelap dengan tenang, dan berharap didalam mimpimu hadirku mengobati kerinduan kita. Ketulusanmu yang begitu besar selalu membuatku iri, aku ingin melebihinya, lebih mencintaimu dengan tulus. Selalu berharap cinta yang aku miliki sekarang bukan cinta yang egois seperti dulu.
 untukmu yang selalu setia, fau_

Senin, 14 November 2011

Tentang kami

Wah sepertinya aku ngelupain blog tanpa judul ini, mungkin kalo 2 ampe 5 bulan lagi gak ditengok bakalan berubah "tanpa tuan" aja namanya. hehe... gak lucu ya? Banget. :p. Sebenarnya hampir tiap hari aku inget, pengen nulis tapi entah kenapa sulit sekali. Padahal otak udah kugoncang-goncang, kuketok-ketok berharap mukjizat datang, dapat ilham tadaaaa... bisa nulis lagi. Nyatanya, hampir 3 bulan gada satu pun tulisan, sampe hari ini tiba, pagi-pagi banget udah bangun, mencoba melototin laptop yang dari tadi malam lupa aku matikan, ketiduran cuyy.... 
Pasti yang mampir dimari bertanya-tanya gambar diatas, mungkin yang otaknya rada encer pasti udah ketebak tuh. Yup, itu gambar hasil karya ku, bagi yang udah ahli pasti banyak kritik terutama gambar idungnya aku itu, napa item begono doang yak? hahaha...but aku setidaknya sangat puas dengan hasil karya aku, lebih tinggi setingkat dari anakku. Gambar ini dan tulisan ini aku persembahkan buat my girl yang bener-bener aku sayangi. Selama ini mungkin aku belum menjadi dan memberikan yang terbaik, walaupun dalam hemat aku, aku udah berusaha menjadi dan memberi yang terbaik. Tanggal 20 ini usia hubungan kami 4 bulan, baru dan masih segar, tapi kalo mau dianggap sepele, gak bisa juga, karna selama ini kami serius menjalankan hubungan kami. Masalah gak mungkin gak ada, tapi hampir-hampir kami atasi dengan segera mungkin dan gak putus komunikasi. 

Aku tak pernah ingin melangkah jauh darimu, selangkahpun tidak. Bagiku kau rumah tempatku bernaung dari resah dan sepi. Bagiku kau adalah pepohonan tempatku bersandar dan bernafas.