Kamu semakin jauh dariku, jarak tentu saja, waktu pun begitu. Aku maklum, kamu ke Lombok aku sibuk, apalah daya. Tetap. Aku masih menunggu. Aku tidak ingin ada ruang untuk yang lain. Kamu tahu, aku bersusah payah disini. Meyakini hubungan kita akan terus membara. Aku berjuang. Kamu, aku yakin begitu pula. Cepat pulang sayang. Aku merindukanmu. Seperti dulu, itu ingin ku. Ku mohon, lekaslah pulang, kumohon....
Sabishii
Selasa, 29 Mei 2012
Minggu, 25 Maret 2012
kecewa mu
"dia hanya sosok dulu yang telah jadi sejarah dalam hidupku, tak pernah ada lagi kini. Kamu harus percaya dan yakin kepadaku, dan jika tidak, kita hanya akan kehilangan orang yang kita sayang. Kamu aku. kita akan jadi sosok yang lampau. Kamu aku hanya akan jadi mantan kekasih"
Tidak pernah sedikitpun aku menyangka kamu akan senekat itu. Membuka-buka hal yang aku anggap sangat privasi. Aku tidak menyalahkanmu, karena memang aku berusaha untuk tidak berahasia dengan mu, walaupun aku lupa ada beberapa percakapan dengan mantanku yang tidak pernah aku ceritakan kepada mu semenjak kita menjalin hubungan. Aku memang salah. Tapi setidaknya aku sekarang telah berubah. Seharusnya kamu tahu itu, dan tidak berusaha tahu tentang akun pribadiku. Walaupun begitu, aku sudah mengganggap mu orang yang paling penting dan sudah menjadi bagian hidupku yang selayaknya keterbukaan menjadi poin penting diantara kita. Aku juga mengganggapmu wanita dewasa yang tahu persis resiko dari segala perbuatan atau keputusan yang kita ambil. Termasuk membaca-baca obrolanku di YM. Aku shock ketika kamu tidak lagi bisa menahan rasa sakit atas dugaan-dugaan atau imajinasi mu tentang aku dan dia. Jujur aku merasa hal itu bukanlah suatu masalah besar, ternyata aku salah. Aku baru menyadarinya jika itu cukup membuatmu terkejut, tidak menyangka sama sekali, shock dan sangat kecewa.
Hampir semalaman aku berpikir tentang itu. Tentang kesedihan dan kekecewaanmu. Aku tidak bisa berbuat apa-apa, kecuali meminta maaf dan mencoba membela diri, memperjuangkan hubungan kita. Walaupun selama 1 hari penuh aku tidak mengubungi mu, bukan berarti aku tidak berjuang. Aku berjuang memaafkan diriku, dan kemudian memohon maaf kepadamu.
Setidaknya, kamu tahu sekarang aku bagaimana. Kamu kenal aku dengan baik. Dan aku serahkan semua kepadamu.
Andai kau tak pernah marah
mungkin aku tak pernah menjadi kesatria
berjuang memadamkan api pemberontakan didadamu
Bila masih marah, sayangku, marahlah sebentar saja
sungguh satu menit sudah terlalu lama
sedetik saja kamu marah gejolaknya menggempa dunia... (huda m elmatsani)
Jumat, 02 Desember 2011
Rindumu
Selamat tidur sayang, aku akan selalu mengamini setiap doa-doa mu,membiarkan mu terlelap dengan tenang, dan berharap didalam mimpimu hadirku mengobati kerinduan kita.
Akhirnya aku sendiri tidak tahu harus bagaimana, terkadang perasaan yang seharusnya tidak muncul, malah selalu membayangiku. Entah karna sesuatu yang sekarang dan dulu yang masih saling berhubungan, atau karna hal lain. Namun, ini sangat menggangguku. Sekarang giliran, kamu yang begitu tulus kepadaku. Bukan aku sekarang berbeda. Aku tetap aku, yang pada dasarnya lebih suka memberi daripada menerima, memanjakan daripada dimanjakan, dan selalu ingin menjadi orang yang bisa diandalkan dalam setiap waktu dan kesempatan. Tapi, kali ini aku kalah tulus dengan mu, kalah baik, dan kalah besar menyayangimu. Walaupun begitu, kamu tahu, dan pastinya kamu merasakan kasih sayangku yang selalu ingin aku curahkan kepadamu. Mungkin, ya mungkin saja, karena sekarang aku mulai tidak begitu menggebu-gebu. Atau karna trauma dalam bercinta membuatku terkadang cuek?
Terlepas dari semua prasangka ku terhadap diriku sendiri diatas, memang akhir-akhir ini aku mulai disibukkan dengan usaha yang akan aku rintis, insyaallah bulan desember atau januari. Sedikit banyaknya menyita perhatian dan pikiranku. Tentu saja, kita tidak mungkin berada pada titik ini terus menerus dimana titik ini bukanlah akhir dari perjalanan hidup. Di umurku yang 28 tahun ini, sebenarnya masih banyak cita yang ingin aku gapai, begitupun kamu yang masih sangat muda, masih begitu panjang perjalananmu. Masa depan , bukannya ditangan kita masing2?
Sayangku, malam ini aku merasa diammu diamku merupakan refleksi dari kekecewaan, bukan masalah besar sebenarnya, tapi hal kecil yang selalu dibiarkan tentunya suatu hari akan menjadi bom waktu yang siap meledak. Aku tidak ingin hal itu terjadi. Aku memang selalu menyebalkan dan terkadang cuek, tapi itu bukan berarti aku tidak merindukanmu. Setiap saat aku mengingatmu. Haruskah aku mengatakannya kepada dunia tentang hal itu? Terkadang aku tertutup dan malu untuk sedikit terbuka di depan yang lain, terkadang aku masa bodoh. Aku harap kamu memakluminya sayang.
untukmu yang selalu setia, fau_Selamat tidur sayang, aku akan selalu mengamini setiap doa-doa mu, membiarkan mu terlelap dengan tenang, dan berharap didalam mimpimu hadirku mengobati kerinduan kita. Ketulusanmu yang begitu besar selalu membuatku iri, aku ingin melebihinya, lebih mencintaimu dengan tulus. Selalu berharap cinta yang aku miliki sekarang bukan cinta yang egois seperti dulu.
Senin, 14 November 2011
Tentang kami
Wah sepertinya aku ngelupain blog tanpa judul ini, mungkin kalo 2 ampe 5 bulan lagi gak ditengok bakalan berubah "tanpa tuan" aja namanya. hehe... gak lucu ya? Banget. :p. Sebenarnya hampir tiap hari aku inget, pengen nulis tapi entah kenapa sulit sekali. Padahal otak udah kugoncang-goncang, kuketok-ketok berharap mukjizat datang, dapat ilham tadaaaa... bisa nulis lagi. Nyatanya, hampir 3 bulan gada satu pun tulisan, sampe hari ini tiba, pagi-pagi banget udah bangun, mencoba melototin laptop yang dari tadi malam lupa aku matikan, ketiduran cuyy....
Pasti yang mampir dimari bertanya-tanya gambar diatas, mungkin yang otaknya rada encer pasti udah ketebak tuh. Yup, itu gambar hasil karya ku, bagi yang udah ahli pasti banyak kritik terutama gambar idungnya aku itu, napa item begono doang yak? hahaha...but aku setidaknya sangat puas dengan hasil karya aku, lebih tinggi setingkat dari anakku. Gambar ini dan tulisan ini aku persembahkan buat my girl yang bener-bener aku sayangi. Selama ini mungkin aku belum menjadi dan memberikan yang terbaik, walaupun dalam hemat aku, aku udah berusaha menjadi dan memberi yang terbaik. Tanggal 20 ini usia hubungan kami 4 bulan, baru dan masih segar, tapi kalo mau dianggap sepele, gak bisa juga, karna selama ini kami serius menjalankan hubungan kami. Masalah gak mungkin gak ada, tapi hampir-hampir kami atasi dengan segera mungkin dan gak putus komunikasi.
Aku tak pernah ingin melangkah jauh darimu, selangkahpun tidak. Bagiku kau rumah tempatku bernaung dari resah dan sepi. Bagiku kau adalah pepohonan tempatku bersandar dan bernafas.
Senin, 18 Juli 2011
UTAMA (6)
Hatiku berlompatan, mengikuti nada gembira yang diberikan mentari. Aku tersenyum dibalik ketenangan yang sengaja ku sembulkan. Menutupi keresahan yang hinggap di ujung dada ku.
Iza tersenyum riang siang itu ketika kaki nya untuk kali pertama berpijak di tanah Medan. Ini pun pertama kali nya ia seorang diri berada begitu jauh dari tanah kelahirannya. Ia berusaha menyembunyikan senyumnya, ketika resah hadir merecoki suasana hati yang tadinya begitu gembira. Ia takut viet tidak bisa menerima apa ada dirinya.“aku tunggu di restaurant dekat gerbang ya” Iza membalas chat dari viet sambil mengambil kursi untuk ia duduki. Pelayan menghampirinya dan menyodorkan menu makanan.
“saya tunggu temen dulu ya mas “
“iya kak”
heh kak? Mungkin kebiasaan disini, sapaan untuk orang asing dengan sebutan kakak, berbeda dengan di Kalimantan, khusus nya di kota nya, sapaan untuk orang asing biasa menggunakan sapaan dari suku Jawa, seperti; mas, mbak,pak, bu. Untuk pedagang-pedagang keliling atau asongan, sering di sapa dengan sebutan; pak/bu le, malah akhirnya sebutan tadi berubah jadi lele. “lele bakso” Emang ikan lele, hihi.
Teet-teet-teet bunyi chat masuk.
“aku udah di gerbang”
Sontak iza gelagapan. Gugup. Grogi !!!
“aku baca Koran aja, ah gak aku pura-pura chat”
“haduh ini gimana, rambut ku,muka ku, hooaaah pasti lusuh banget. Apa aku tutup aja pake topi jaket”
Iza memutuskan untuk menutup kepala nya dengan topi jaket, seperti penyanyi RnB dan memandangi hp pura-pura sibuk berchating ria.
“hei”
“Suara itu, ya suara itu aku kenal banget” ucap iza dalam hati. Ia mencari-cari suara itu dalam ingatannya. Hah ya, itu suara viet! Iza memberanikan diri mendongakkan kepalanya dan membalas senyum perempuan yang sekarang ada didepannya.
“hei juga” Iza berusaha tenang, membalas sapa viet.
MAMPUS GUE. MATI GAYA
Hening dan hanya saling memandang, jika degup jantung bisa terdengar, inilah degup jantung paling keras dan bisa mengisi seisi kota.
“jangan duduk di depanku” ucap iza sambil menggeser kursi disampingnya dan kemudian menyilahkan viet untuk mendudukinya.
“oh ya. Pasti karna grogi” Tebak viet
“enggak kok” Iza menyangkal sambil mengambil Koran yang ada di samping viet, entah bagaimana ceritanya, punggung tangan iza malah menyenggol dada viet. Menyenggol sedikit.
PLAKK!!! Tamparan keras mengenai wajah iza. Panas.
“heh diam aja. Kamu ini ya, belum apaan juga udah main sentuh”
“hah” Iza tersadar ternyata tamparan tadi hanya khayalan sepersekian detik yang sekonyong-konyong muncul akibat dari ulahnya yang super bodoh dan grogian yang dengan tidak sengaja melakukan kejadian seperti tadi.
“aku gak sengaja. Maaf. Haduh gobloknya”
“hahaha” viet ketawa geli. Ia beruntung bisa menyembunyikan groginya dibalik kebodohan ku yang ia tertawakan siang ini.
“Hehe…lucu”
Ya, bunuh saja aku sekarang. Mati gaya banget.
"hahaha..." Mereka berdua tertawa. Mengakrabkan satu sama lain. Menghabiskan makan siang yang bercampur dengan grogi yang nikmat.
Cemilan 3 : Dia

Embun pagi ini meruncing, memaku kaki-kaki ku. Langkah ku terhenti. Pun ku tak bisa menoleh ke belakang.
Pagi ini aku mendapati luka di hatiku yang berangsur sembuh, kembali menganga. Perihnya terasa hingga aku berusaha lari dari kenyataan, dan bersusah payah mengganggap ini hanya mimpi. Sosoknya tidak pernah lagi melukaiku. Ia adalah bagian hidupku yang hilang, yang selalu aku cari-cari. Benar aku membutuhkannya. Lalu kenapa ia begitu lihai melukai dan mencabik-cabikku. Aku hampir tak berdaya di buatnya. Semua nya, akal pikiran dan kesombonganku luruh jika ia telah hadir. Benar bahwa aku mencintainya. Bahwa dalam sosoknya yang begitu keras, sering kudapati lembut yang merajai batinku.
Aku menangis.
Aku akui ia lihai membuatku menjadi bodoh dan lemah.
Ia menguasaiku. Ia memenangkan hatiku. Dan, aku menikmatinya. Menikmati menjadi seorang pesakitan yang begitu besar menginginkannya.
Aku tidak tahu arti tangisnya. Aku hanya tahu segala warna yang indah hadir ketika tangis kami tumpah. Ketika kepala batu kami lenyap dalam sekali jentikan jari. Itulah sebabnya aku begitu mencintai perempuan. Si makhluk lembut yang begitu berbisa. Ya, mematikan.
Selasa, 05 Juli 2011
Cemilan 2 : Tante Cantik
“Gue emang udah lama perhatiin tu cewek, diusianya yang diatas gue, dia masih terlihat cantik. Gue penasaran” ucap Reni ke adik perempuan yang sedari tadi sebenarnya gak terlalu menyimak, dia lebih memperhatikan layar laptop di depannya.
“ya kalo elu penasaran, atur aja waktu pertemuannya. Pan lu bilang maren tu cewek udah ngajak ketemuan tho?”
“iya, tapi gue masih ragu. Gue kagak pernah ketemu ama cewek yang dari dunia maya begini” Ucap Reni sambil membuka folder gambar dalam blackberry nya. Mencari-cari wajah cewek yang mereka bicarakan.
“Nah, liat nih. Cantik kan? Padahal umurnya lebih dari 30 tau?” Reni memamerkan foto cewek itu ke adiknya, yang disusul dengan lirikan sekejap dari adiknya.
“iyup, cantik. Tapi keliatan kok tante-tante gitu”
“ah lu kagak tau aja, perempuan kalo udah di usia 30 tahun atau lebih, udah keluar…” Reni memasukkan blackberry nya kedalam tas sambil memikirkan kata-kata lanjutan. Maya tiba-tiba menimpali. Adiknya.
“keluar apanya? Inner beautynya?”
“ya semacam gitu. Umur 30 thnan nah itu baru di sebut wanita. Apalgi cantik dan perawatan. Siep dah”
“dasar kakak gila”
“hah biarin”
Reni berlalu meninggalkan kamar, menuju tempat janjian dengan tante cantik itu. Tante imut nan cantik. Diam-diam tadi Reni mengirimkan sms ke perempuan itu. Ia berharap pertemuan kali ini dengan Rima, meninggalkan kesan yang baik. Dia gak berharap banyak tapi setidaknya secuil harapan memang ada dari dalam hati nya.
Gak seperti kebanyakan cewek lesbian seumuran dia yang lebih suka atau tertarik dengan yang seumuran atau lebih muda, ia malah lebih suka yang lebih tua darinya. Apalagi 30 tahun itu memang tipe nya. Selain, enggak bakalan ribet pacaran sama tante-tante, juga bakalan diberi kasih sayang yang lebih, di manja, di perhatikan dan di sayangi.
“Maklum gue kan dari kecil kurang kasih sayang. Papa dari kecil udah kabur ama perempuan lain, mama sibuk nyari duit buat menghidupi gue n adik. Ya, wajarlah gue sekarang jadi begini. Pokoknya kalo udah liat tante cantik n imut, gue kagak tahan” Tuturnya suatu kali kepada temannya.
“kagak tahan ngapain ren?” Tanya temennya dengan muka omes
“jiah dudul. Arah omongan lu pasti ke sono. Kebanyakan melototin film porno sieh”
“yah lu, kayak kagak doyan juga. Trus kagak tahan ngapain?”
“kagak tahan pengen deket-deket laaah”
Reni melihat kearah jam tangannya yang bermerk swatch berwarna silver. Rambutnya yang sebahu memang kadang mengganggunya. Gak jarang rambutnya di biarkan diikat sepanjang hari. Sebenarnya dia pengen banget memotong pendek , namun selalu urung ia lakukan. Karena dia gak mau terlihat begitu tomboy. Harus menyisakan sisi-sisi kewanitaan, itulah prinsipnya. Walaupun begitu, gak sama sekali menghilangkan manis raut wajahnya. Ditambah kulitnya yang putih, mau potong bagaimana pun pasti tetep cakep.
15 menit menunggu kayak orang bego di KFC, gak mesan apa-apa, dan gak ngelakuin apa-apa, akhirnya sesosok wanita cantik dan imut itu muncul dihadapan Reni. Reni mencoba menyembunyikan keterkejutannya. Ternyata, wanita yang di temuinya hari ini gak hanya cantik tapi lembut.
“Gue harus dapatin kamu” Tegasnya dalam hati.
Lokasi:
Jakarta, Indonesia
Langganan:
Entri (Atom)



