Lagi lagi semua terulang, seperti sinetron usang yang terus diputar walaupun sebenarnya pemain dan penonton telah muak.
Jujur aku bosan selalu berharap dimaklumi dan dimengerti. Terkadang aku berpikir, kapan aku bisa terbebas dari masalah percintaan yang complicated seperti ini. Kapan aku bisa membangun masa depanku jika aku selalu saja berputar-putar seperti seekor anjing yang terus menerus mengejar ekornya. Kelelahan sendiri, tanpa tahu kapan bisa mengakhirinya. Selalu terulang kejadian yang sama dari waktu ke waktu yang kupunya selama ini. Memerankan orang yang tersakiti atau disakiti. Semua pernah ku lakoni. Semua pernah ku alami. Sepertinya ini adalah bukti bahwa aku memang tidak belajar dari kesalahan yang diperbuat orang lain terhadap ku atau kesalahan yang aku perbuat.
Lalu apa yang harus kuperbuat sekarang ?
Aku akui sekarang aku berada dalam ruangan yang penuh kegamangan, yang lantai dan dindingnya lapuk dimakan usia sehingga tidak bisa disamakan dahsyat dan kuatnya hasrat yang kamu miliki dengan yang kumiliki sekarang. Kita jauh berbeda. Aku kembali menyudutkan waktu yang membedakan kita, membedakan cara berpikir dan melihat sesuatu, sudut pandang kita berbeda. Apa karena itu kita tidak bisa bersama-sama duduk disatu meja, memperbincangkan hati kita, perasaan kita. Atau kita bersama merebahkan diri diatas rumput hijau yang basah sambil memandangi langit penuh bintang, bercerita satu sama lain. Kita sama-sama perempuan, pantaskah kita saling menyakiti?
"aku tahu, perbuatan ku telah menyakiti, kenapa aku tidak sadar"
Gamanghilang terangjalan pasti terjelangmeski sunyi kidung terdendangcaci tertatih kelu terbilangingin rasa terbuanghingga tangis jadi erang




